Rabu, 17 Agustus 2016

Teman Baru Seru

Cuma pernah komentari tangan ku yg gak pernah pake sarung tangan pas lagi berkendara, "Jadi cewek itu harus (bla bla bla) ..." Ouh iya awal perkenalan awal pas lagi makan bareng yg sampe berjabat tangan pake tangan kiri karena tangan kanan dipake buat makan (makan gak pake sendok). Maksa banget pengen kenalan saat itu juga padahal juga udah tau dia itu siapa. Dia jadi salah satu teman yg asik buat bercanda di dalam ruangan itu. Jadi salah satu manusia yg lebih dewasa diantara manusia lainnya disana. Jadi temen yg asik buat bercandain apapun waktu papasan dilorong-lorong ruangan itu. Sebenernya aku takut sama dia apalagi pas dia mulai menyerang (main perang2an) iyaa, aku tau aku pasti kalah sama dia jadi kadang aku yg mundur atau pergi atau minta ampun duluan. Hihihi.. Orang ini friendly, sama semuanya dia bercanda bener2 nyenengin buat temenan. Suatu hari saat aku sedang mengisi toples kosong sambil duduk dilantai untuk mengendurkan otot2 kaki yg kaku, dia melihatku "hai kamu disini." mendekat dan duduk dikursi belakangku. Otomatis posisinya lebih tinggi dibanding ku yg duduk dilantai. "Pijitin sih," pinta ku yg saat itu juga diturutin, tapi cuma pundak sebelah kanan doang. Setelah itu dia memegang rambut ku dan mulai menarik ikatan rambutku, "aww," teriak ku agak kesakitan, "Rambut kamu itu bagus, aku suka rambut mu. Bergelombang." katanya sambil terus mencoba melepas karet gelang warna kuning yg menjadi ikatan rambutku. Iya semua orang memang suka rambut bergelombang ku, (Fakta) hehehe. "Yaudah tarik aja gpp, lepas kok" jawabku singkat, aku menahan perih wkwk. Aku masih terus mengisi toples itu sambil menunggunya selesai mengacak2 rambutku. Kulihat dia mengambil jepit rambutnya (posisinya sekarang disebelah kanan ku masih diatas kursi). Menjepit rambut sebelah kanan ku, entahlah diapakan, saat itu aku pasrah, aku sudah bilang aku takut padanya. "Nah gini kan cantik, udah jangan dilepas, awas kalo dilepas" katanya sambil merapikan rambut bagian lain. Aku juga sudah selesai mengisi toples lalu berdiri pergi dari tempat itu lalu mengembalikan toples berharap penampilanku tidak berubah total. "Cie mba Amel, prikitiww" kata salah satu teman saat aku menaruh toplesnya. Aku tau dia memuji rambutku. Aku malu :3 "Nah gitu Mel, kan lebih keliatan aura ceweknya" kata bapak satpam yg biasanya juga sering mengobrol. Aku pergi dari sana dan "Keknya mba Amel makin kesini makin feminim deh." kata salah satu teman lainnya. Ya Tuhan hampir semua orang diruangan ini mengomentari rambutku. . Aku belajar menerima sedikit demi sedikit setiap perubahan diriku yg makin dewasa. Tapi aku tidak bisa begitu saja menerima segala masukan atau komentar yg ku terima. Aku pemilih dan agak kzl sama yg agak sewot hehehe.. Hanya orang-orang tertentu saja yg bisa dengan mudah menyentuh rambutku atau mengubah gayaku. Terimakasih teman-teman yg mencintaiku, khususnya yg hampir 10 jam bersama ku setiap hari. Terimakasih teman baru yg jadi pewarna dlm ruangan itu. #PutuLisaWulandari masih di #ASR ( Aneka Sari Rasa ) Pusat oleh-oleh khas Lampung. Jalan Ikan Kakap No 26 & Teluk Betung - Bandar Lampung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar