Minggu, 08 Februari 2015

Aku Ingin Dikenang

Aku bilang nanar rasanya. Sebenarnya aku tak tahu apa maksudnya aku berkata seperti itu. Jangankan arti kata yang kau tanya, app yang sedang aku rasakan pun aku tak tahu. Indra perasa ku mati sejak tiga hari yang lalu. Yang ku rasa saat ini hanyalah sakit yang menyerang segala penjuru Tubuh ku. Aku serius, aku tak sedang gambarkan perumpamaan, tapi ini keadaan tubuhku sebenarnya. Aku sedih rasanya aku tak bisa urus diriku sendiri. Entah ini sebuah kedewasaan atau apa, aku tetap melakukan aktivitas harian ku. Aku tetap mandi, memasak, mencuci dan hal lain yg membuat ku terus bergerak. Aku agak khawatir dan akhirnya kekhawatiran itu pun benar terjadi. Terlalu sibuk dengan urusab sendiri membuat ku tak istirahat hingga akhirnya sekarang yang ku rasa adalah sakir yang semakin parah. Jujur secara manusiawi aku takut terjadi hal yg mengerikan pada ku. Aku hanya takut mereka tak pernah tau apa cita ku. Aku takut semua hal yg pernah aku lakukan untuk mereka itu hanya angin lalu. Aku takut terlupa saat aku tak ada. Aku ingin bisa dikenang sebagai yang special. Hanya saja mana mungkin, aku tak pernah meninggalkan sesuatu membekas di hati orang lain. Mungkin yg tertinggal adalah sisa laku buruk ku yg menyakitkan atau tak disenangi banyak orang. Menulis satu-satunya tempat dimana aku ingin sekali dikenang. Tak lebih. Hanya sebagai teman yg apapun itu aku ingin dikenang. Sayangnya tak ada orang yg tau keberadaan tulisanku. Aku menyimpannya untuk ku sendiri. Alasannya hanya karena aku tak mau di caci. Aku lelah. Aku tak pernah bebas jadi diriku sendiri. Sekalipun nanti aku tiada aku hanya ingin mereka bisa menemukan salah satu tulisan ku untuk disimpan sebagai kenangan dan kuharap mereka punya kesan masing-masing dalam hatinya. Jika kamu rasa tulisan ini gila, aku minta maaf. Aku hanya aku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar