Ini pertanyaan ku, andai kau memang mencintaiku, maka Jawablah..
Aku yang diam memang hanya bisa sekedar diam. Yaa aku selalu kalah dalam cinta, hanya itu yang tak dapat ku taklukan. Mengapa aku harus selalu menangisi mu? Aku benci saat sendiri ini karena hanya dirimu yang hadir dalam diam ku.
Siapakah kamu yang selalu getarkan hati ini, siapakah
kamu yang bisa buat air mata ini tertumpah, siapakah kamu yang terus hadir
dalam benakku, siapakah kamu, mengapa aku harus bergantung padamu, mengapa aku
sulit lepaskan semua ini, mengapa kamu yang pernah hadir dalam hatiku, hiasi
hariku dan warnai kertas putih dan bersihkan kertas buram ini? Bisakah kau
jawab semua tanya yang terus bergulir dalam benakku sekarang?
Yaa aku membutuhkan mu aku memang membutuhkan mu, tapi
mengertilah bahwa diri ini memang untuk mu, mengertilah bahwa segala sesuatunya
itu untuk mu, mengertilah bahwa disini aku tidak pernah menghancurkanmu.
Aku mengajak mu keliling samudra untuk ketahui apa
yang ada didalam kedalaman air yang tak terlampaui dasarnya, bahkan aku
mengajak mu terbang berkeliling yang takkan ada habisnya untuk dilewati, tetapi
mengapa kamu tinggalkan semuanya? Aku hanya ingin mengajakmu untuk menjadi diri
yang lepas tanpa batas dan menikmati apa yang harus dinikmati, merasakan apa
yang memang harus dirasakan dan memberikan apa yang akan jadi tujuan bersama.
Aku tak pernah lepaskan tangan mu, bersamamu selalu
aku rasakan untuk nikmati damai dan tenangnya hati. Bersamamu semua yang dalam
diri ini kau ketahui dasarnya tetapi kamu belum mampu melampauinya. Bersamamu
buat ku mampu mengenal sebuah semangat dan kegigihan hati untuk memiliki dan
menjaga bahkan menyayanginya dan merawat serta mengembangkannya. Bersamamu
buatku mengerti indahnya dunia yang harus ku telusuri. Aku masih mencintaimu.
“Kamu tak tahu rasanya hatiku, saat
berhadapan kamu. Kamu tak bisa bayangkan rasanya jadi diriku.. Yang
Masih Cinta:”
Theresia Amelia Sebastiank

Tidak ada komentar:
Posting Komentar