Rabu, 24 September 2014

Diamku Tentang Mu

Ini pertanyaan ku, andai kau memang mencintaiku, maka Jawablah..



Aku yang diam memang hanya bisa sekedar diam. Yaa aku selalu kalah dalam cinta, hanya itu yang tak dapat ku taklukan. Mengapa aku harus selalu menangisi mu? Aku benci saat sendiri ini karena hanya dirimu yang hadir dalam diam ku.

Siapakah kamu yang selalu getarkan hati ini, siapakah kamu yang bisa buat air mata ini tertumpah, siapakah kamu yang terus hadir dalam benakku, siapakah kamu, mengapa aku harus bergantung padamu, mengapa aku sulit lepaskan semua ini, mengapa kamu yang pernah hadir dalam hatiku, hiasi hariku dan warnai kertas putih dan bersihkan kertas buram ini? Bisakah kau jawab semua tanya yang terus bergulir dalam benakku sekarang?
Yaa aku membutuhkan mu aku memang membutuhkan mu, tapi mengertilah bahwa diri ini memang untuk mu, mengertilah bahwa segala sesuatunya itu untuk mu, mengertilah bahwa disini aku tidak pernah menghancurkanmu.

Aku mengajak mu keliling samudra untuk ketahui apa yang ada didalam kedalaman air yang tak terlampaui dasarnya, bahkan aku mengajak mu terbang berkeliling yang takkan ada habisnya untuk dilewati, tetapi mengapa kamu tinggalkan semuanya? Aku hanya ingin mengajakmu untuk menjadi diri yang lepas tanpa batas dan menikmati apa yang harus dinikmati, merasakan apa yang memang harus dirasakan dan memberikan apa yang akan jadi tujuan bersama.

Aku tak pernah lepaskan tangan mu, bersamamu selalu aku rasakan untuk nikmati damai dan tenangnya hati. Bersamamu semua yang dalam diri ini kau ketahui dasarnya tetapi kamu belum mampu melampauinya. Bersamamu buat ku mampu mengenal sebuah semangat dan kegigihan hati untuk memiliki dan menjaga bahkan menyayanginya dan merawat serta mengembangkannya. Bersamamu buatku mengerti indahnya dunia yang harus ku telusuri. Aku masih mencintaimu.
“Kamu tak tahu rasanya hatiku, saat berhadapan kamu. Kamu tak bisa bayangkan rasanya jadi diriku.. Yang Masih Cinta:”

Theresia Amelia Sebastiank


Tidak ada komentar:

Posting Komentar